Strategi Basuki Surodjo kalahkan pesaing – Raja IT

cobaz-gema-astronaci

Sumber (Youtube : Astronacci International)

Halo Kumendan-Kumendin salam bengis!

Siapa sih yang enggak mau sukses? Pasti mau sukses dong.

Nah, Cobaz aka Basuki Surodjo sedang berbagi strategi bisnis nih bersama CEO & Founder Astronacci International, yaitu Gema Goeyardi yang piawai dalam bidang trading. Meski bisa bersaing sehat dengan kompetitor tapi bisa tetap sukses.

Obrolan antara Basuki Surodjo dan Gema Goeyardi ini diunggah oleh stronacci International melalui akun Youtube-nya. Penasaran dong isi perbincangan mereka berdua.

Sebelum nonton videonya, kita kasih bocoran dulu nih.

Cerita berawal dari Basuki Surodjo yang membuka warung internet alias warnet, lalu buka jasa pijat dan refleksi sampai akhirnya membuka perusahaan penjualan komputer atau bisa dibilang teknologi informasi, hingga memiliki bisnis yang beragam.

 

Basuki Surodjo:

“Awalnya dari buka warnet, berjualan retail sampai hobi di dunia IT, bisa dibilang Konglomerasi yaitu Perusahaan yang memiliki bisnis beragam.

 

Namanya pebisnis atau pengusaha, warnet sepertinya enggak akan panjang deh, jadi saya jual warnet-nya lalu kerja sama orang tua. Sempat depresi dan nongkrong main billiard, lalu ada teman yang datang nawarin kesempatan pengadaan barang dan jasa awalnya dari ATK (Alat tulis kantor). Awalnya saya tolak karena ragu dan bingung karena tidak yakin, November 2007 saya ambil peluang itu, lalu saya pelajari karena bisnis ini sepertinya akan menjadi jangka panjang.

 

Dari awal sudah terjun di B2G (business to government), setelah itu berkembang di 2012 ditunjuk menjadi MD (master distributor) dari brand Brother printer, lalu dibuka E-Catalog, sekarang kita pun juga sudah masuk ke software house dan retail online, yaitu Raja IT.”

Gema Goeryadi:

“Kenapa pilih Red Ocean Strategy, lalu kunci suksesnya apa?”

 

Basuki Surodjo:

“Saya lebih senang main di red ocean karena lebih mudah dipelajari. Saya orang lapangan, kenapa enggak saya jadiin satu sama mereka, siapa tahu saya lebih baik dari mereka.”

 

Notes : 

Red Ocean adalah kondisi dimana bersaing dengan banyak kompetitor.

Blue Ocean adalah kondisi dimana bersaing dengan sedikit bahkan tidak ada kompetitor.

 

Gema Goeryadi:

Gimana cara menang kompetisi di red ocean?

 

Basuki Surodjo:

Kita harus kasih service lebih, yaitu pelayanan yang bagus ke customer atau pelanggan, yang paling utama adalah Government, kita melayani dengan sangat baik lalu kita juga membuat Ayooservice sebagai layanan purna jual setelah melakukan pembelian. Ketika ada kerusakan kami sudah siap bertanggung jawab, akan kami perbaiki melalui platform Ayooservice. Ibarat kita membeli, kita sudah melayani dari hulu sampai hilir.

Kalo di customer itu memang harga dan branding, tapi kalo di B2B (Business-to-business) dan B2G (Business-to-government) itu kita kasih pelayanan yang bagus barang yang dijual asli itu lebih penting. Kalau sudah percaya harga beda tipis akan beli ke kita.

Cashflow juga menjadi salah satu masalah dalam perusahaan, untuk cashflow kita harus budgeting dan memiliki sistem internal yang baik, lalu selalu ada meeting untuk bahas cashflow dan menentukan forecasting ke depan.

marketing evo

Sumber : Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan, Marketing 5.0: Technology for Humanity, 2021

Dalam bincang-bincang itu, Gema juga membahas tentang marketing Evolution, bahwa teknologi itu memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan, tapi memang ada industri yang tidak siap dalam perubahan teknologi dalam menghadapi era marketing 5.0.

Sebagai kunci agar terkena gelombang, tapi tidak tumbang kita harus memiliki kesabaran dan sistem, sehingga bisa memiliki pondasi kuat.

Masih penasaran dengan kelanjutannya? Sebelum pindah ke Youtube Astronacci International, follow dulu yuk akun social media berikut:

Salam bengis,
Cobaz

Semoga, bocoran strategi ini bisa jadi motivasi dan inspirasi buat kumendan-kumendin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *